Defication  By Grace

Pengilahian Anugerah,Otoritas Anak-anak Allah, energi dan bersinergi,Konteplasi, Teosis

Defication by race adalah peng ilahian oleh anugerah dari Roh Kudus yang akan kita terima saat mencapai teosis. 2 Petrus 1: 4 Kita akan mengambil bagian dari ilahi atau dari pekerjaan Allah Tri tunggal sebab Allah menciptakan kita supaya kita mengambil bagian dari pekerjaan-Nya di dalam kekekalan Dia. sehingga kita harus jadi seperti Dia 1 Yoh 3:2. Menjadi sama  seperti Dia dengan melalui pengilahian oleh anugerah. Kita mengalami pengilahian oleh Allah setelah kematian sebab tanpa kematian tidak ada kebangkitan. Tetapi tidak ada kematian tanpa kelahiran. Kita lahir untuk mati supaya mengalami kebangkitan oleh anugerah. Anugerah yaitu belas kasih Allah, Energi Allah, yang sudah di kerjakan oleh Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Dan Anugerah itu yang akan di salurkan oleh Roh Kudus. Selain itu Roh Kudus juga yang akan memberikan kepada kita anugerahn-Nya, menguduskan, dan mengilahikan kita baik tubuh dan jiwa kita. Berarti oleh Roh Kudus melalui Anugerah-Nya. Defication adalah salah satu poses yang terus menerus kita alami oleh anugerah 1 Yoh. 3:2 Kristus menyatakan bahwa kita akan sama seperti Dia. Menjadi sama seperti Kristus masih dalam proses yang  kita kerjakan untuk mencapai teosis.  Ada inkarnasi maka ada kematian dan kebangkitan Kristus dan puncatnya adalah pentakosta. Ini yang akan kitakerjakan yaitu ikut berpartisipasi dari apa ayang di kerjakan oleh Kristus dan Roh Kudus. Apa yang akan kita alami adalah Yesus Kristus berinkarnasi maka kita lahir baru, Kristus mati kita juga mati di dalam baptisan, Kristus bangkit kita akan bangkit di dalam baptisan. Ada kebangkitan maka ada  Defication by grace, pemuliaan atau pengilahian oleh anugerah yang di kerjakan Roh Kudus dalam diri kita.

Nyssa mengatakan Mengalami pengilahian oleh anugerah ada perubahan yang kita alami setelah di baptis perubahan tersebut adalah purifikasi. Sebagai pinsipnya ialah tiadak ada pertumbuhan tanpa kematian. Kematian Kristus adalah Dia masuk dalam kematian untuk menghukum kematian itu sendiri. Apa yang kita alami ketika kita prakte dan diama apa yang Kristus kerjakan kita ikut partisipasi. Sebagai orang Kristen kita harus praktekan yang harus kita sadari. Agama Kristen adalala bukan hanya sekedar agama, melainkan Kekristenan adalah keselamatan itu sendiri. sebagai orang Kristen selalu berperan atau berpartisispasi dengan pekerjaan Allah. Melalui pengilahian semua akan di ulang dan akan mencapai pusatnya pada saat teosis. Jiwa dan tubuh kita perlu pengilahian oleh anugerah. Anugerah adalah kematian dan kebangkitan Kristus yang di curahkan Roh Kudus. Hal ini akan mematikan keinginan atau nafsu daging kita dan yang memberikan pertumbuh akan roh kita. dala kodrat yang menjadi propetinya mengalami pengilahian oleh anugerah seperti pikiran, perasaan, jiwa dan tubuh kita. ini yang akan membuat kita menjadi sama dengan Kristus. Pada waktu kita lahir baru dan sekarang kita masih anak-anak Allah sebab kita telah memakai kodrat Kristus anak Allah.   Namun keadaan kita kelak masih belum tentu maka dari itu anugerah terus menerus memproses hidup kita maka pentakosta Roh Kudus turun untuk menyertai kita di sepanjang gereja. Dibabtis dan lahir baru menjadi manusia yang baru dan bertumbuh lagi, dari kecil hingga tumbuh menjadi dewasa kita terus menerus di kuduskan sampai mencapai teosis. Untuk mencapai teosis ada nafsu-nafsu yang perlu di matikan dengan cara memakai anugerah dari Roh Kudus. Sebagai contoh Zakheus adalah orang yang hidup dalam ketamakan pada saat dia mengenal dan melihat Yesus dia mematikan segalanya seperti keserahkahaan dan hal-hal yang dia inginkan di dunia ini dia singkirkan dan tidak mau lagi. Pertobatan zakheus ini akan menadi contoh nyata bagi kita. Dalam pertumbuhan kita oleh anugerah ada hal-hal yang harus kita matika seperti keingina hawa nafsu dunia yang memikat baik perhatian dan hati kita. Kita harus bisa mematikannya dengan kita meninggalkan semua keinguinan nafsu dunia. Tuhan menginginkan kita melakukannya sebab Dia memberikan kita sebuah otoritas untuk menjadi anak-anak Allah dan untuk mengerjakan apa yang Tuhan anugerahkan. Tuhan tidak mengambil alih hidup kita karena kita berotoritas akan diri kita sendiri.

Otoritas kita adalah menjadi anak-anak Allah sebagai anak-anak Allah menujuka bahwa setiap keputus benar-benar sebagai otoritas anak-anak Allah. Tuhan memberikan kita otoritas untuk mengerjakan apa yang menajdi anak-anak Allah.  Untuk itu Allah memberikan energ-Nya atau anugerah-Nya kepada kita demi kesenagan Dia dan kita di berikan akses untuk semua itu supaya kita bisa amengerjakan defikaction oleh anugerah. Orang yang menerima dan menjadi anak-anak Allah akan menujukan bahwa dia memang lahir dari Dia. Otoritas terhadap kasihnya, energy atau anugerahnya untuk mematikan manusia kedagingan kita dan menumbuhkan manusia roh. Rasional felkuti harus sering bertumbuh ini selalu di lakukan sampai kita mencapai teosis. Untuk mencapai teosis ada satu jalan kehidupan yang harus kita tempuh menyakitkan. Kita memiliki kehendak yang di mana Allah bekerja di dalamnya.

Energi bukan hanya tentang keselmatan. Energy yang memindahkan manusia dalam gelap kedalam terang. Energi Allah bukan sesuatu yang berada di luar Allah sendiri. Energi Allah adalah Allah itu sendiri yang mengalir di dalam driri kita. ini di berikan supaya setiap manusia berimana di mampukan supaya dia bisa mengerjakan keselamatan sendiri. Energi di perlukan untuk mengeluarkan keselamatn di dalam diri anak-anak Allah. Dimana keselamatan itu kita terima pada saat benih iman kita menyangkut atau di kawinkan dengan benih Allah Rom. 7:4. Benih Allah adalah pengorbana Kristus dimana mati dan bangkit dalam baptisan sehingga melahirkan benih ilahi.  Benih itu perpaduan antra benih kita dna benih Kristus Roh Kudus yang mencurahkan benih itu di dalam kita. Alla sang pembergi eer dan eergi itu sendiri. Energy itu harus mengalir di dalam driri kita pada kehendak dan kemauan untuk kesenangannya. Enerrgi adalah pepaduan dari energy Allah dan kehendak atau kemauan bebas yang sering di sebut sinergi. Dalam sinergi ini adalah Allah adalah jadi bisa di sebut dan di katakana bahwa kehendak bebas sejalan dengan Allah. dimana Allah telah meberikan energy-Nya atau Allah sudah bekerja. Peran diri kita adalah kehendak bebas. Setelah energy kita bersinerji dengan energy ilahi manusia menjadia seseorang yang hidup baru. Ketika kita meneriman energy dari ilahi kita dapat mengeluarkan dunamisnya Kristus. St. Maxsimus mengatakan Tuhan memberikan kita nafsu yang harus di sentuh oleh anugerah. Tuhan memberikan kepada kita segalanya kehendak dan kemauan dll. Yang bisa di arahkan kepada yang baik dan yang jahat. Jadi semuanya tergantung dengan energy apa yang menyentuhnya baik atau jahat itu yang akan di lakukan. Makarius mengatakan kita menerima keselamatan oleh anugerah dan sebagai kasih karuniah Roh Kudus. Untuk mencapai kesempurnaan itu kia membutuhkan faid in love untuk melatih kehendak bebas kita. Maka dari itu kehendak bebas harus bersinergi dengan angerah. Jika kehendak bebas kita searah dengan Allah ini adalah sebuah kesempatan kita untuk mengerjakan keselamatan dalam wujud ketaatan. Tetapi saat kehendak bebas kita  tidak sejalan dengan Kristus dan tidak hidup dalam anugerah ini akan menjadi cela bagi iblis untuk bekerja. Manusia gampang saja masuh dalan energinya iblis ketika tidak ada keberjagaan dan doa senantiasa sehingga energy ilahi bekerja di dalam-Nya. Kita mengerjakan keselamatan itu karena ada sesuatu energy di dalam diri kita yang menompang kita. dan energy itu adalah sinergi antara kehendak bebas kita dengan energy ilahi dan ini di nyatakan oleh rasul Pauslus 1 Kor 15:10 dan 12:26. Ketika kita berjuang untuk keselamatan dan memilih untuk kehendak bebas yang bersinergi dengan Allag sinergi ini yang akan menjadi kekuatan untuk menghadapi penderitaan.

Loski mengatakan defication atau teosis akan di capai pada saat Kristus di nyatakan setelah kebangkitan tubuh kita. Dana adanya penyatuan antara roh, jiwa, tubuh. Untuk mencapai teosis kehidupan sekaran adalah tranformasi ada perubahan dari natur kita yang sudah berdosa akan menjadi natur yang ikut bagian dalam kekekalan. Untuk mencapai transformasi itu adalah melalui sinergi atau kerjasama manusa dan Allah baru ada penyatuan. Dalam tradisi gereja sinergy bukana hanya kerja sama dengan Allah tetapi itu memang benar-benar di praktekan dalam hidup melalui doa, puasa, berjaga-jaga dna berbagi latihan rohani lainnya yang di sebut dengan latihan jiwani dan badani. St. Seraphim of sarof mengajarkan kita tentang  tujuan hidup orang Kristen adalah memperoleh Roh Kudus karena dengan memperoleh Roh Kudus kita telah menyatuh dalam energi-Nya untuk mengerjakan keselamatan. Yang di kerjakan sesuai dengan Roh Kudus dan menghasilakn buah-buah roh dari Roh Kudus. Karakter orang Kristen mempunyai karakter Kristus dari buah-buah roh dari buah Roh Kudus. Kita sedang mengalami teosis, teosis ini bukan hanya sekedar hanya di akhir zaman. Teosis ada enam langkah praktis. Pertama teosis di tunjukan kepada semua, Keduda proses teosis yang di lakukakan terus menerys. Ketiga bagaimana bisa menjadi seperti Kristus dengan pergi kegereja, menerima sakramen, berdoa kepada Tuhan dalam roh dan kebenaran. Keempat menaati perinta-perintah sebagai kasih kepada Allah dan kepada sesama. Kedua bentuk kasih ini tidak bisa di pisahkan diama seseorang harus mengasihi sesamanya sama seperti dirinya sendiri hanya dia mengasihi Allah di atas segalanya. Dan seseorang tidka bisa mengasihi Allah dengan dia tidak mengasihi sesamanya. Kelima kasih itu bekerja dengan tulus. Keeman ikut berpartisipasi maka aktif dalam gereja dalam pelayanan.

Orang Kristen yang tahu dirinya akan mencapai teosis maka kebajikan itu bukanlah sebuahtujuan atau akhir tetapi itu adalah sebuah saranan yang akan kita kerjakan sebagai orang Kristen yang percaya kepada Kristus. dan yang bersinergi dan pengilahian oleh anugerah. Tujuan hidup kita bukan untuk menjadi orang baik artinya orang bermoral tetapi menjadi seperti Kiristus. Kita akan di ubahmuliakan sama seperti Kristus mengalami transfigurasi maka kita juga akan mengalami transfigurasi jadi intinya kita sebagai diciptakan bukan menjadi orang baik tetapi menjadi orang suci. Maka dari itu kita akan memakai. Anugerah dan keendak bebas tidak sama sebab kita butu anugerah dan butuh kehendak bebas keduanya harus bersinergi keduanya sama-sama bekerjajika berbicara yang paling duluan sudah tentu dari Allah yaitu anugerah dan kehendak .Nysa mengatakan anugerah dan kehendak bebas ini kedua sisi yang sangan berbeda, tetapi anugerah Allah tidak bisa turu dalam jiwa kita jikalau kehendak bebas kia tidak mengizinkan ini yang aka n menyatakan keselamatan. Anugerah bekerja kita juga harus menerima anugerah yang dari Kristus melalui Roh Kudus. Anugerah hadir di dalam diri kita ketika kita punya usaha dari diri kita. Roh Kudus akan masuk di dalam diri kita untuk menyempurnakan keselamatan itu. Manusia harus hidup menurut roh artinya nous yang mengarahkan hati kita kepada Tuhan dan hati kita yang mengarahkan kita sesuai dengan Kristus. Praktikos dan teoritikos adalah spiritual. Tori yang di pelajari tanpa di lakukan ini sebagai imajiasi keselamatan. Ini bukan hanya tentntang teologi tetapi hati yang mengerti dan mau melakukan. Atau sama hal dengan iman tanpa perbuatan. Aksi tanpa ada konteplasi menjadi aksi yang yang bisa bertahan lama. Memurnikan hati yang memberikan konteplasi terhadap spiritual dalam ketaatan. Yaitu persekutuan, dan kesederhanaan dimana mengosongkan pikiran di bersihkan dari afsu senyap dari kedamain dan ketegangan untuk menerima pengetahuan ilahi. Ada konteplasi terhadap Allah dalam keheningan dan mempunya relasi yang baik terhadap Allah hati dan pikiran terbuka untuk menikmati kehadirat Allah. Yang kita kerjakan dalam konteplatif dalam doa yaitu mijijat-mujiat besar yang akan kita terima dan alami seperti nafas, melihat dan bisa menikmati dunia, dan terlebih-lebih adalah keselamatan.

The Philokalia

St Theodoros The G Reat Ascetic

32. ‘Wine makes glad the heart of man’ (Ps. 1 04 : 1 s-). But you who have professed sorrow and grief should turn away from such gladness and rejoice in spiritual gifts. If you rejoice in wine, you will live with shameful thoughts and distress will overwhelm you.

Komentar: Peran anugerah dalam tubuh dan jiwa (Maz. 104:1-5). Karena anugerah itu yang akan memberikan sukacita dan melenyapkan kesedihan dan duka cita. Untuk itu kita harus meminta dan mengundang anugerah itu di dalam kehidupan kita supaya anugerah itu yang terus memperbaharui hati dan pikiran.

38: Desire for material wealth must not lodge in the souls of those pursuing the spiritual way. For a monk with many possessions is an over-laden ship, driven by the storm of cares and sinking in the deep waters of distress. Love of riches begets many passions, and has aptly been called ‘the root of all evil’ (1 Tim. 6 : Io).

Komentar: Keinginan akan kekayaan di dunia ini adalah keinginan daging duniawi ini tidak boleh besarang dalam hati sebab akan membaw kepada kebinasaan.Mencintai kekayaan berarti memelihara kejahatan sebab kekayaan adalah akar dari segala kejahatan (1 Tim 6:10)  

4-7·True inward faith begets fear of God. Fear of God teaches us to keep the commandments. For where there is fear, it is said, there the commandments are kept. The keeping of the commandments A CENTU RY OF SPIRITUAL T EXTS 23 establishes practical virtue, the precursor of contemplative virtue. Of these the fruit is dispassion. Through dispassion, love is born in us. Concerning love the beloved disciple said, ‘ God is love, and he who dwells in love dwells in God, and God in him’ ( 1 John 4 : 1 6).

Komentar: Iman yang sejati menimbulkan rasa takut akan Tuhan yang akan mengajarkan kepada kita taat dalam perintah-perintah. Diama ketaatan terwujut karea takut dan ketaatan menaati perinta dengan melakukan dan mepraktekan kebajikan-kebajikan konteplatif dan hati di penui dengan cinta, cinta itu akan lahir di dalam hati kita dna akan bertumbuh besar dengan menghasilkan buah-buah kasih dan roh.

Doa

Saya mendengarkannya setiap kali saya merasa ketenagan dimana hati saya fokus terhadap satu titik yaitu kepada Tuhan, dengan saya mendengarannya dan menikmatinya saya bisa merasakan kedamaian itu dan ketenagan bagi pikiran dan hati.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started